Kalteng Harus Miliki Anggaran Tanggap Darurat Bencana

  • Bagikan
Sekretaris Komisi III DPRD Kalteng yang membidangi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kuwu Senilawati

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM – Kalangan DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) mempersiapkan anggaran penanggulangan bencana darurat.

Hal ini disampaikan Sekretaris Komisi III DPRD Kalteng yang membidangi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kuwu Senilawati, saat dibincangi Tabengan di gedung dewan, Senin (1/3/2021). Menurutnya, kesiapan anggaran sangatlah penting dalam mengantisipasi bencana yang bisa terjadi kapan saja.

“Kalteng saat ini belum memiliki anggaran tanggap darurat bencana dan kita tidak tahu apa yang akan terjadi kedepannya. Sehingga penting bagi Pemprov untuk mempersiapkan anggaran tanggap darurat bencana,” ucapnya.

Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) I meliputi Kabupaten Katingan, Gunung Mas (Gumas) dan Kota Palangka Raya ini juga mengatakan, saat Komisi III melaksankaan kunjungan ke DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel), banyak informasi yang bisa menjadi pelajaran bagi Pemprov Kalteng terkait kesiapan penanggulangan bencana dan kesiapan anggaran.

“Saat berkunjung ke DPRD Kalsel, kita mendapat banyak informasi bagaimana mereka menghadapi bencana banjir yang cukup parah belum lama ini. Seharusnya hal ini juga menjadi pelajaran untuk Kalteng, agar lebih siap apabila terjadi hal yang tidak diinginkan. Baik itu bencana alam maupun non-alam,” ujarnya.

Dikatakan Srikandi dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini, Kalteng tidak luput dari bencana tahunan seperti kebakaran lahan gambut dan banjir dibeberapa Kabupaten. Kendati berskala kecil, namun harus ada kesiapan pemerintah apabila bencana tersebut terjadi.

“Intinya, jangan sampai kita tidak siap apabila bencana terjadi diwilayah kita. Sehingga Komisi III DPRD Kalteng akan segera menyampaikan perihal ini kepada Pemprov melalui SOPD terkait,” pungkasnya. nvd

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *