Teras: Pendaftaran Vaksinasi Dilakukan Via Daring

  • Bagikan
Agustin Teras Narang

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Kejadian kerumunan di Jalan Yos Sudarso Palangka Raya pada Rabu (4/8) malam, mendapat sorotan dari Senator Daerah Pemilihan (Dapil) Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustin Teras Narang. Kerumunan terjadi akibat antusias masyarakat Palangka Raya yang ingin mendaftarkan diri mengikuti vaksinasi.

Kerumunan itu, kata anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Dapil Kalteng ini, seharusnya tidak perlu sampai terjadi. Pihak terkait seharusnya dapat melakukan pengaturan dengan lebih baik. Jangan sampai upaya menekan angka penyebaran Covid-19, justru membuat klaster baru.

Pendaftaran, kata Teras, dilakukan pengaturan sedemikian rupa. Misalnya, pendaftaran bagi masyarakat Kalteng yang ingin divaksin, dapat melalui daring atau online. Diupayakan pula, mereka yang mendapatkan vaksinasi adalah yang skala prioritas, misalnya masyarakat dengan mobilitas pekerjaan yang tinggi dan lanjut usia.

“Banyak dampak dengan pendaftaran dilakukan via daring, salah satunya mencegah kerumunan yang dapat menciptakan klaster baru. Pendaftaran, apabila memang dilakukan secara luring atau offline tentunya menerapkan protokol kesehatan dengan disiplin dan ketat,” kata Teras, via telepon, Kamis (5/8).

Gubernur Kalteng periode 2005-2015 ini melanjutkan, pendaftaran via daring atau luring dengan menerapkan protokol kesehatan, tidak hanya karena kasus yang terjadi di Palangka Raya, tapi dilakukan terus menerus, sampai proses vaksinasi selesai. Kerumunan sangat ditekankan agar jangan sampai terjadi lagi.

Teras sangat mengapresiasi antusiasme masyarakat yang ingin mengikuti vaksinasi. Apa yang dilakukan masyarakat ini, bukti bahwa masyarakat mendukung suksesnya program pemerintah dalam menekan angka penyebaran virus Covid-19, salah satunya melalui program vaksinasi.

Teras mengimbau, agar turut memerhatikan protokol kesehatan dan menghindari kerumunan, apalagi berdesakan. Kesadaran masyarakat sangat penting untuk mengatur diri sehingga bisa menjaga jarak dengan baik.

Mari bersama mengatur penyelenggaraan vaksinasi yang lebih baik ke depan. Bersama mengupayakan agar mereka yang prioritas dapat memiliki kesempatan di awal. Misalnya para pekerja yang tingkat mobilitasnya tinggi hingga lansia. Dengan kondisi vaksin yang masih terbatas, manajemen program vaksinasi menjadi tantangan tersendiri.

Semoga upaya kita bersama untuk melakukan vaksinasi ini, berjalan dengan lebih baik dan efektif. Agar baik tenaga kesehatan maupun keamanan, juga tidak kewalahan melakukan pengaturan. ded

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *